Kamis, 16 Juli 2015

Rindu

Aku terlahir dari pertemuan dan tidak adanya pertemuan. Berteman dengan mereka yang dipisahkan oleh jarak, waktu bahkan dunia. Seringnya aku menggandeng tangan seseorang, namun kadang juga bisa sebuah benda, tempat, atau peristiwa spesial.

Aku sering duduk bersama dengan orang-orang yang menginginkan perjumpaan. Atau mengidam canda tawa bersama sanak saudara. Tidak semua yang bertemu selalu kuhampiri. Karena aku hanya akan menghinggapi kepedulian.
Peduli dengan seseorang, peduli dengan barang, maupun peduli dengan pertemuan.
Namun, kali ini aku ingin hadir untuk sesuatu yang spesial

Perkenalkan namaku Rindu

Dan aku ingin mampir ke dalam hatimu untuk me-AKU-kan Ramadhan yang hampir berpulang.


Malam ke-29

Selasa, 14 Juli 2015

Pertemuan dengan Kawan Lama



            Aku benar-benar tak menyangka. Malam ini dipertemukan dengan seorang kawan lama. Kawan SD, kawan Madrasah Diniyah, dan kawan sepermainan ketika kita masih disebut bocil oleh orang-orang dewasa. Ketika petak umpet dan kelereng adalah permainan yang begitu menyenangkan.

            Ketika ejek-ejekan dan jodoh-jodohan menjadi bumbu dalam kebersamaan yang patut di kenang. Berangkat berlima selepas maghrib, menempuh jarak 300an meter untuk ngaji. Dan malam ini dipertemukan dengan salah satu dari mereka. Abdul Haq namanya.

            Ingat sekali dalam ingatan bahwa temanku yang satu ini memiliki suatu hal yang spesial. Suaranya kami sama sama “bindeng” lantaran suka sekali mengkonsumsi sambal. Kita saling mentertawakan satu sama lain. Aku tamat TPQ, dia tidak. Dia tamat Madin namun aku justru menyerah. Tidak lagi berangkat sore hari karena merasa hanya laki-laki sendirian saat itu.

            Hobinya yang suka sambal membuat nafas yang ia punya tidak terlalu panjang. Dan memang dia selalu belajar, berusaha keras, dan belajar lebih banyak dari yang “bisa” aku lakukan. Pertemuan dimana ia jadi imam tarawih dalam musholla. Aku bersyukur dan berdecak kagum malam ini.

            Aku punya teman bernama Abdul Haq, seorang santri pondok di indramayu dan aku bangga padanya.

            Bangga dengan semangat belajarnya.


Senin, 13 Juli 2015

Bisa Saja Diriku


Bisa saja diriku tadi yang kecelakaan

            Ketika aku melihat dengan mata kepala sendiri dua teman KKN saya mengalami kecelakaan tepat di depan gerbang kantor camat moyudan sebelum acara penyambutan.

            Andai aku yang tahu jalan, andai aku yang berjalan paling depan. Maka tentunya aku lah yang terkena musibah itu. Sebuah kecelakaan yang melibatkan dua motor
            Ku harus terus berdoa

            Iya Aku beri sekarang
            Iya Aku nanti
            Iya Aku ganti lebih baik
            Iya, ku hindarkan dari musibah

            Jawaban doa selalu iya.
            Iya


Dusun Menulis, 6 Juli 2015

Senin, 29 Juni 2015

SURAT CINTA


Kalau ada seseorang yang menuliskan surat cinta kepadamu, bahkan sebelum kau bertemu dengannya. Apa perasaanmu?

Kalau ada seseorang yang menghadiahkan sebuah buku untukmu, bahkan ketika kau belum tahu cara membaca, apa perasaanmu?

Dan ternyata, ada yang lebih keren lagi. Dia menuliskannya bukan kemarin, seminggu lalu, ataupun setahun lalu. Dia membuat tulisan tersebut khusus untukmu, bahkan ketika kau belum melihat dunia ini melalui mata indahmu. Berisi 114 surat cinta yang ia tuliskan bahkan sebelum kita semua ada disini. Khusus untukmu, dijaga kemurniaannya untuk sampai ke tanganmu.

Surat tersebut spesial dihadiahkan untukmu. Surat cinta dengan diksi terindah, jawaban atas masalahmu, dan bahkan di surat itu tertuang pula peringatan-peringatan untukmu.

Aku tak sanggup membayangkan betapa cintanya si Pembuat Surat itu kepadamu.

Ayo kita baca bersama surat-surat itu.

114 Surat Cinta spesial untukmu.

Minggu, 28 Juni 2015

Kebahagian dengan Mengingat Dirimu



Aku tak tahu seperti apa bentuk kebahagiaan. Apakah dia berwujud seperti mawar di tengah rumput padang hijau. Ataukah akan mampir dalam hati ketika menemukan mutiara di tengah hitamnya minyak. Andai dia memiliki wujud.seperti apakah rupanya. Warna apa yang dia pakai.

Aku tak tahu kebahagiaan itu macam apa. Tapi dengan mengingat Dirimu ada semacam perasaan tenteram di dada dan rasa sesak secara bersamaan karena takut diriku ditinggalkan oleh Dirimu. Hanya mengingat Dirimu, seolah rasa berat sesak yang menghujam hati rontok satu per satu.

Aku bahagia, menjadi maha kecil dari maha kebesaran dirimu. Karena dengan itu, ada tempat diriku bergantung. Ada tempat dimana aku bisa cerita banyak dan dirimu memberikan solusi yang kadang tidak masuk dalam pikiranku sedikitpun. Tak bisa diprediksi namun selalu indah.

Mungkin karena bengalnya diriku aku sering lupa untuk menyebut namamu. Lupa bahwa dirimu selalu memperhatikanku bahkan ketika aku tidak memikirkanmu sedikitpun. Sibuk mengejar kebahagiaan lain macam prestasi, teman, kesibukan, pengaruh bahkan konyolnya hanya mengejar sanjungan orang.

Aku lupa bahwa bahagia itu hanya dengan mengingatmu. Mendekatimu sehingga dirimu akan lebih perhatian kepadaku, meski dirimu sama sekali tidak membutuhkan perhatian dariku sedikitpun. Bukankah ada jutaan pencintamu yang lebih mencintai dirimu daripada caraku mencintaimu. Ah bahkan aku sering mengecewakanmu bukan. Membuatmu cemburu dengan melakukan apa yang kau tidak suka. Berulang-ulang dan bodohnya lagi aku selingkuh, berharap kebaikan dari selain dirimu.

Kau juga memberikan jalan bagaimana aku bisa mencintai dirimu. Kau menawarkan surat-surat cinta terindah yang pernah dibuat. Surat yang kau tuliskan sebagai buku panduan untuk lebih dekat denganmu. Melamarmu. Kadang dengan surat yang kau tuliskan membuatku merasa lebih baik, dan kau isi suratmu dengan peringatan-peringatan kalau aku berpaling. Tapi sungguh indah wahai dirimu, kau selalu menawarkan maaf kepada kami, para pencintamu.


Maka ijinkanlah diriku berbahagia, cukup dengan mengingat dirimu.

Sabtu, 27 Juni 2015

Konyol



Konyol
Ketika ku mengira bahwa masuk di sekolah favorit, mendapatkan pendidikan dengan guru-guru terbaik, dan masuk dalam kampus dan jurusan top level akan membuat diriku berubah menjadi lebih baik. Berharap demikian karena memang logikanya demikian harusnya. Tapi nyatanya tidak.

Konyol.
Ketika ku mengira berada di lingkungan terbaik, bersama dengan orang-orang terpilih, dibina, diasramakan akan membuat hidupku lebih baik. Berharap demikian karena memang logikanya demikian harusnya. Tapi nyatanya tidak.

Konyol
Ketika ku mengira, berkenalan dengan orang-orang hebat, dimentori oleh orang-orang luar biasa akan membuat hidupku lebih baik. Logikanya demikian, tapi nyatanya tidak.

Konyol.
ketika ku mengira menemui seorang psikolog untuk belajar banyak hal, menganalisa kekurangan diri sehingga ku berharap dengannya hidupku lebih baik. Tapi nyatanya tidak, meski logikanya harusnya demikian.

Konyol.
ketika kita mengira sebuah organisasi ataupun forum akan membuatku pandai berbicara, pandai bertutur kata dan membuat diriku lebih baik. logikanya demian, tapi nyatanya tidak.

Konyol
Ketika ku mengenal seorang penulis, berharap bisa belajar banyak darinya tentang menulis sehingga aku bisa menulis dengan nyaman dan lancar, tak tersendat-sendat seperti sekarang. Logikanya demikian, tapi nyatanya tidak.

Konyol memang, ketika benih-benih itu muncul, benih berharap ada suatu keadaan yang mampu membuat diriku berubah.
Konyol memang, logika berbicara ketika bertemu orang terbaik, tempat terbaik, pendidikan terbaik, maka diriku akan jauh lebih baik. Tapi nyatanya tidak, meski logikanya demikan.

Berharap ada pahlawan datang dan menarikmu dari lubang besar hitam adalah hal yang melelahkan. Dan bahkan pahlawan itu tidak benar-benar ada. Berharap akan ada markas tercanggih untuk belajar dan mencari pengalaman, tapi markas tersebut tidak merubahmu jadi ahli tempur pembela kebenaran. Berharap ketika satu tim dengan orang-orang terbaik, maka akan bisa belajar dari banyak hal.

Tidak….
Pahlawan itu tidak akan pernah datang, dia tidak tiba-tiba turun dari langit kemudian mengulurkan tangan. Dia tidak berwujud manusia serba bisa dengan kemampuan yang kau dambakan. Sehingga kau berharap mendapat bimbingan langsung dari pahlawan yang kau impikan.

Pahlawan yang benar-benar bisa menolongmu adalah satu. Ia adalah dirimu sendiri. Tinggal kau mau membangunkannya atau tidak, atau berpikir untuk menunggu lagi kedatangan orang superhero dalam kehidupanmu? Berharap ada seseorang yang memberikan gelang yang bisa berubah jadi manusia lebih kuat, tangguh, brilian dan pembasmi kejahatan macam power rangers?

Pahlawan yang bisa mengubahmu Cuma satu.
Dirimu sendiri, diriku sendiri.

Jadi berhentilah untuk berharap
Berharap jika aku bertemu dengan….. maka kehidupanku akan lebih baik.
Berharap jika aku berada di ….. maka kehidupanku akan lebih teratur
Berhentilah berharap pada mereka, pada keadaan.

Berharaplah pada Allah dan dirimu
Perubahan itu berasal dari hati, dan mintalah hati kepada Pemilik Hati jika aku tidak punya.


Berhenti bergantung pada orang.

Rumah


           
Rumah adalah tempat dimana kita bisa bertemu keluarga bukan? Sampai umur yang sekarang, aku hanya menemukan satu rumah. Tempat dimana aku bisa menjadi diriku seutuhnya dan tenang menjadi diri sendiri apa adanya. Bangunan itu berlokasi di desa sidorejo kecamatan comal.

Definisi rumah memang nampaknya terbatas dengan dimensi ruang. Namun, tak peduli ada tempat itu atau tidak, bagiku rumah adalah ketika kita bisa berkumpul bersama keluarga. Entah itu keluarga dari hubungan darah. Ataupun keluarga dari saudara.

Rumah adalah tempat yang selalu kau rindukan untuk pulang.

Sampai hari ini, hanya ada satu rumah dalam hatiku. Rumah tempat dimana orang tua dan kakak-adikku tinggal. Meski tempat yang kusinggahi sekarang berganti nama “rumah”, tetap saja, ini belum kusebut rumah.

Tak perlu kau tanya pula kenapa?

Jika kita berada di tempat yang menerima kita,

harusnya kita akan merasa tenang untuk melakukan hal yang mustahil.