Kamis, 25 Juni 2015

Apa Arti Menjadi Diri Sendiri



Apa artinya menjadi dirimu sendiri?
Membedakan dirimu sendiri dari orang lain
Di sampul majalah yang ada pada sebuah toko
Tiba-tiba aku melihat tulisan itu

Apa artinya menjadi dirimu sendiri
Saat anak anak aku tidak peduli hal itu
Marah jika aku tidak menyukai sesuatu
Jika menyukai sesuatu aku akan bilang aku menyukainya

Kita ini pasti akan berubah
Hal berharga yang ingin kita lindungi juga berubah
Dari harta karun yang tak perlu penjelasan
Menjadi perilaku sosial yang kita terima hanya untuk dipahami

Semakin kita dewasa
Kita semakin menjadi makhluk yang penuh penyesalan
Tapi, meskipun begitu
Pasti ada sesuatu yang akan kau dapatkan

Karena itulah aku akan menjadi diriku sendiri
Dan kau akan menjadi dirimu sendiri juga
Sejak awal itu bukanlah
Sesuatu yang harus kita cari

Aku bukanlah dirimu
Dan kau juga bukan diriku
Kita membentangkan dan menggabungkan tangan kita
Di sanalah cinta itu akan muncul
Begitulah caranya

Menjadi diri sendiri itu sebenarnya seperti apa?
Kita semua memiliki sesuatu yang tak tergantikan
Tidak ada yang salah dengan kehidupan yang selalu berubah


-Barakamon-


Selasa, 16 Juni 2015

Mengunjungi Rumah

Hampir tiap aku memeriksa rumah tulisanmu. Menengok melalui jendela, apakah sudah ada tulisan baru disana. Tulisan yang kau utarakan dari pikiranmu. Ah iya, bahkan aku sekarang lebih tertarik dengan tulisanmu daripada rumah tulisan penulis terkenal lain. Tere Liye, Azhar Nurun Ala, dan penulis lain yang aktif menulis di rumah mereka. menulis apa yang mereka pikirkan.

Mungkin karena kali ini aku benar-benar bisa kenal kepada si pemilik rumah,tidak hanya menjadi fans yang aku tahu beliau-beliau, tapi bahkan beliau pernah melihatku pun tidak.

Mungkin juga karena aku bisa benar-benar belajar dari si pemilik rumah. Bertanya langsung apa-apa yang tidak bisa kupahami dari tulisanmu, meski aku tak pernah bisa bertanya melalui tatap muka. hanya mengetikan jemariku lewat pesan WA.

Tapi itu sudah cukup untuk ku bisa belajar menulis sepertinya.

Merindukan tulisan seseorang ternyata juga menyenangkan, mendapat pelajaran baru dari barisan kata yang kau susun. Tidak selalu indah pemilihan diksinya memang, tapi indah karena aku tahu kau menuliskannya jujur.

Aku selalu merindukan tulisanmu. Setidaknya memastikan satu hal...

Kalau kau dalam keadaan sehat untuk menuliskannya,



Yogyakarta, 17 Juni 2015
10.14
Cita-cita yang bertambah
H-2 jam Ujian Kalor Massa


Jumat, 12 Juni 2015

Halo Apa Kabar?

Halo Apa Kabar?

Meski pertanyaanmu tidak ditujukan untukku,

Jika kau tanya apa adil itu, aku juga tidak mengerti
apakah dikatakan adil kala kita membagi waktu kita sama rata?
Kuliah, organisasi, asrama, kekeluargaan?

Ahhh, aku jujur tidak tahu...
Tapi, beruntung karena kau memikirkan telah berlaku adil atau tidak
Karena itu berarti kau masih peduli
Bahkan di kala banyak orang yang memutuskan tidak peduli
Yang penting urusan pribadinya selesai
Termasuk aku...
Aku yang sama sekali jauh dari adil dalam membagi waktu

Hanya ingin berharap,
Bahwa apa yang kita lakukan hari ini, detik ini pastikan ada manfaatnya


Masa lalu adalah pelajaran
Masa depan adalah Harapan
Dan waktu terbaik adalah SEKARANG

Yogyakarta, 12 Juni 2015
Antara Kau, Waktu dan Kungfu Panda 2

Selasa, 09 Juni 2015

Jumat, 05 Juni 2015

Pemenang Telah Ditentukan



“Checkmate” seru Rehan kepada adiknya.

Lelaki itu menatap adiknya bingung. Menggaruk bagian pelipis yang sebenarnya tidak gatal.

Adiknya Lana tertunduk lesu sekarang. Rambutnya tergerai ke depan. Dari sudut matanya terjun bulir air mata yang mendarat tepat di tangannya yang mengepal. Sesekali punggung tangan anak itu ia gunakan untuk mengusap air matanya.

“Kenapa kak aku selalu kalah dalam catur melawan kakak? Tiga kali pertandingan dan Lana kalah terus” tangannya sekali lagi mengepal, seolah ingin meninju lelaki yang ada di depannya. Mereka hanya terpisahkan antara papan catur dan meja, jadi cukup untuk melayangkan pukulan jika Lana mau. Tapi gadis itu tidak pernah melakukannya.

Lana masih terisak.

“Lana, kau tahu akan sesuatu hal?” pemuda itu sekarang beralih, menggeser tempat duduknya ke samping Lana. mengacak-acak rambut adiknya dengan lembut.

“Pertandingan sudah dimenangkan bahkan sebelum pertandingan itu dimulai. Kakak tidak perlu menjelaskan bagaimana itu bisa terjadi kan? Kakak memang menyukai melihat Lana menang, tapi kakak jauh lebih menyukai Lana yang selama ini bekerja keras dan tidak pernah menyerah.”

“Masih mau menangis karena kalah atau mau bangun dan belajar? Bukankah minggu depan kampusmu ujian? Ayo kita menangkan dirimu bahkan sebelum ujian besok dimulai. Ayo kita belajar bersama. Menumbuhkan sayap pada dirimu agar kau bisa terbang jauh ke angkasa, menebar kebaikan. Kita berdua masih punya waktu”

“Kak” Lana mengusap mata dengan kedua tangannya. Mengambil buku Kreyzig dari tas hitam miliknya.

#CerminSKIJTMI
#H-6

Selasa, 02 Juni 2015

Senin, 01 Juni 2015